Review Manga Ashita no Joe: Tomorrows Joe

Advertisement

Ashita no Joe salah satu manga lawas dan legendaris yang bergenre sport boxing (tinju), diterbitkan tanggal 1 Januari 1968 - 13 May 1973 di majalah Weekly Sh┼Źnen Magazine, manga ini mendapatkan banyak kesan yang sampai saat ini dikenang. Ashita no Joe juga sangat populer sekali sampai saat ini (artikel ini ditulis) bahkan orang-orang yang belum lahir pada saat manga ini diterbitkan, mereka sangat suka sekali dengan cerita manga ini. Judul Ashita no Joe diahlibahasakan menjadi bahasa inggris sebagai "Tomorrow's Joe" atau Joe of Tomorrow. Manga ini telah mendapatkan adaptasi anime sebanyak 2 season dan juga Live action.

Ashita no Joe pernah beberapa kali di parody-kan dan disinggung oleh anime dan manga lain, seperti manga 20th century boys, anime Gintama, anime Kotoura-san, anime Haiyore! Nyaruko-san, dan masih banyak anime-manga lain yang mem-parody-kan Ashita no Joe. Saya mengenal Ashita no Joe dari manga 20th century boys, berkat manga itu saya mengenal Ashita no Joe yang ceritanya sangat-sangat gelap dan mengandung banyak kekerasan, namun di balik itu banyak makna yang terkandung dalam manga ini.

Saya akan mengulas mengapa manga Ashita no Joe sangat legendaris dan bahkan animenya sendiri juga banyak yang menyukainya, karena saya hanya membaca manga-nya saja saya akan mengulas berdasarkan manga-nya saja, untuk animenya saya akan mengulas di lain waktu.

Informasi



Type: Manga
Volumes: 20
Chapters:171
Status: Finished
Published: 1 Januari 1968  - 13 May 1973
Genres: Drama, Shounen, Sports, Slice of Life
Authors: Kajiwara, Ikki (Story), Chiba, Tetsuya (Art)
Serialization: Shounen Magazine (Weekly)
Sumber : Myanimelist.net

Sinopsis



Seorang pemuda bermasalah bernama Joe Yabuki melarikan diri dari panti asuhan mengembara dari satu kota ke kota lain agar dapat bertahan hidup. Suatu hari ia memasuki daerah perkumuhan di Tokyo, Joe mencari penginapan di daerah tersebut dan sampailah di taman, disana dia tidak sengaja menendang seorang pemabuk yang sedang tiduran bernama Denpei, pemabuk yang ternyata mantan petinju professional. Pemabuk tersebut kesal, dia mengajak Joe berkelahi namun ternyata pemabuk tersebut kalah telak. Saat terbangun dari kekalahannya, Denpei menyadari ada talenta di dalam diri Joe dan mengajaknya untuk memasuki dunia boxing (tinju). Joe mau melakukannya dengan beberapa rujukan, namun suatu hari Joe tertangkap polisi karena telah menipu, mencuri, dan berkelahi. Ia memasuki penjara yang dikenal sangat sadis dan ditakuti para penjahat. Di dalam penjara dia bertemu Rikiishi, mantan petinju bertalenta yang ingin memasuki ring tinju lagi saat keluar dari penjara. Mereka bertemu satu sama lain dan berkelahi di ring tinju yang telah disediakan di penjara. Tapi suatu hari masa tahanan Rikiishi tinggal beberapa hari lagi, Rikiishi dan Joe membuat janji akan berkelahi lagi dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi diantara mereka berdua di ring tinju sebenarnya seperti layaknya petinju professional. Joe menjadikan Rikiishi sebagai rival yang abadi.

Cover

Review manga Ashita no joe "Tommorow's Joe" Indonesia

Karakter



Yabuki Joe = Protagonist dalam manga ini yang memiliki sifat pemarah, memiliki sikap yang sombong, pembuat masalah, dan selalu bikin onar. Joe selalu ngomong apa adanya tanpa mempedulikan status sosial, ia juga memiliki kepedulian terhadap anak-anak dan orang disekitarnya. Joe sangat Obsesi sekali terhadap tinju, walaupun awalnya tidak suka dengan tinju.
Rikiishi Tooru = Rival abadi Joe yang memiliki talenta tinju yang dapat mematikan lawannya, Rikiishi sangat tajam melihat talenta orang, ia juga dapat memprediksikan petinju lawannya. Sama seperti Joe, Rikishii sangat obsesi sekali dengan tinju.
Danpei Tange = Pelatih Joe yang merupakan manager dari boxing Tange, dan juga mantan petinju professional. Danpei dapat melihat sisi talenta orang di dimana orang lain tidak menyadarinya. Danpei orangnya keras jika berbicara tinju dan juga mudah putus asa, ia juga sangat obsesi sekali dengan tinju sama seperti Joe dan Rikiishi walaupun sempat putus asa.
Yoko Shiraki = Perempuan kaya, dan miliuner yang mengangkat Rikiishi menjadi petinju lagi setelah terjadinya insiden yang dapat mengakibatkan Rikiishi masuk ke dalam penjara. Yoko baik hati, tidak pamer, sangat cerdas, dan terkadang sangat licik. Yoko jatuh cinta sama Rikiishi, dia membantu Rikiishi untuk dapat berdiri tegak menjadi petinju professional

Cerita



Cerita berfokus pada olahraga tinju yang dulu hingga sampai sekarang ini sangat banyak digemari di seluruh dunia. Penyajian ceritanya dimulai dengan protagonist yang sangat sombong, pemarah, selalu bikin onar, dan pembuat masalah yang dapat membuat pembaca merasa gerah dan resah dengan kelakuan yang dilakukan oleh protagonist. Manga ini di setting dimana ketika teknologi modern belum terlalu membludak (kemungkinan setelah selesainya perang dunia II), masih banyak kekerasaan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Dunia yang dialami protagonist sangat-sangatlah keras, ia seorang yatim piatu yang tidak dididik dengan baik, tidak tahu mana yang benar dan salah, tidak memandang status sosial, dan selalu berani dengan orang yang ada di depan matanya. Pembaca yang merasa agak resah merasa menjadi bersimpati karena sang protagonist tidak diberikan ajaran dengan baik, lalu hidup di tempat kumuh yang penuh dengan kekerasan, apalagi dia telah memasuki penjara yang biasanya setelah keluar dari penjara tidak ada masa depan.. Karena kesombongannya dan selalu bikin onar banyak hal yang keras terjadi dialami oleh protagonist, seperti di keroyok oleh tahanan, di jaga ketat oleh penjaga tahanan, dimusuhi banyak orang dan lain sebagainya. Namun karena kesombongan dan kelakukan onar yang dilakukan oleh protagonist menjadi ciri khas tersendiri yang dapat membuat orang-orang disekitar protagonist menjadi kangen.

Setelah memasuki dunia kekerasan, akhirnya ada orang yang keras melatih protagonist dengan sungguh-sungguh dan sangat keras untuk mengajarkan dia berlatih menjadi petinju professional, seakan-akan menjadikan 'from zero to hero'. Di sisi lain ada seorang rival abadi yang telah bertemu di penjara, memotivasi protagonist untuk bertekad dengan olahraga yang sebelumnya dia ragu. Mereka berjanji akan menyelesaikannya di dunia tinju seperti layaknya seorang petinju professional.

Perjanjian tersebut membuat pembaca terharu dan menanti-nantikan pertandingan tersebut, namun sebelum itu banyak hal yang dilakukan oleh protagonist agar dapat melawan rival abadinya tersebut, seperti harus mendaftarkan diri dan mendapatkan lisensi agar di akui menjadi petinju oleh komite petinju Jepang, dan tahap-tahap selanjutnya untuk dapat melawan rival abadinya yang ditemui di penjara.

Rencana yang sudah disiapkan secara matang tidak sesuai dengan harapan, itulah hal yang dialami oleh protagonist beserta pelatih yang ingin menjadikan protagonist menjadi petinju professional dan terkenal. Berbagai cara yang ada telah dilalui, namun tetap terhadang dan sempat menyerah untuk dapat memasuki dunia tinju. Tapi protagonist yang bertekad dan sangat obsesi sekali dengan tinju berkat pelatih, teman dan rival abadinya mempunyai cara tersendiri untuk dapat memasuki dunia tinju yang pada akhirnya bisa mendaftarkan diri dan telah diakui oleh komite tinju Jepang.

Tapi setelah diakui, banyak rintangan juga yang dilalui oleh protagonist beserta pelatihnya. Banyak lawan yang kuat, banyak orang yang membeci, Uang, Banyak Strategi curang yang dilakukan lawan, dan lain sebagainya. Halangan-halangan tersebut ditembus dengan perlahan-lahan oleh protagonist, walaupun sempat beberapa kali tidak tertembus.

Manga ini menggambarkan kerasnya dunia tinju yang memakai strategi (bisa licik bisa tidak) untuk mengalahkan lawan, kerasnya menjadi petinju dunia yang professional, kerasnya membuat klub tinju sendiri yang harus memakai uang banyak namun di manga ini dengan peralatan seadanya dapat membuat protagonist menjadi petinju dunia yang professional. Di sisi lain, ada beberapa sisipan yang membuat hati hangat seperti kekeluargaan, persahabatan, kekerabatan, dan jatuh cinta. Jatuh cinta di sini tidak seperti halnya genre romance yang mudah dengan hal-hal cinta, di sini banyak lika-liku yang dapat membuat protagonist menolak cinta dan berdiri tegak dengan obsesinya terhadap tinju. Ada juga sisipian komedi yang dapat membuat para pembaca tersenyum-senyum dan bahkan tertawa.

Pengembangan karakter di manga ini berjalan dengan pelan, yang tadinya tidak didik menjadi orang yang terdidik, sopan, sangat baik hati, tidak sombong, tidak semborono dan selalu berpikir dengan orang lain, hal itu disebabkan karena sebuah insiden yang dapat membuat protagonist syok berat. Untuk sifat pemarahnya tidak dihilangkan karena merupakan ciri khas dari sifat protagonistnya. Hidup protagonist awalnya tidak dapat menemukan jati diri namun seiring waktu berkat memasuki dunia tinju ia menemukan jati dirinya, hidupnya juga terkadang hampa, "mengapa harus melakukan hal ini?", namun juga di isi dengan kehangatan orang-orang disekitarnya dan obsesinya terhadap tinju.

Berbagai cara untuk mengembangkan karakter di manga ini dilakukan dengan cara yang kasar, maksudnya dengan cara dimana membuat protagonist merasa syok dan tidak harus mengulanginya kembali, jadi membuat protagonist mengalaminya sendiri agar tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang.

Akhir cerita, manga ini membuat para pembaca menjadi berenegik dan penuh harapan karena protagonist telah berubah dan menjadi seorang dewasa. Di manga ini ada alur cerita timeskip;remaja dan dewasa. Saat remaja manga ini penuh lika-liku yang penuh kekerasan sedangkan dewasa manga ini memunculkan harapan yang dinanti-nantikan oleh para pembacanya.

Art



Sebenarnya saya tidak ingin membahas tentang Art yang ditampilkan dalam manga, karena saya tidak tahu betul mengenai hal ini, tapi yang perlu saya ingin beritahu adalah Art yang disampaikan dalam manga ini sangat-sangatlah simpel dan banyak ruang yang kosong, jadi pembaca harus membolak-balik panel agar dapat 'lebih mendalami' isi yang terkandung dalam cerita manga ini.

Score

9.5/10

Review


30 April 2016


Sesudah membaca review manga Ashita no joe, jangan dilewatkan membaca review manga sebelumnya, yakni Manga 'master fap-fap' manga yang harus dibaca untuk fapper.

Bagi yang suka genre sport, terutama yang suka tinju alangkah baiknya membaca manga ini yang dapat membakar tekad dan energi yang ada di dalam diri. Namun untuk yang tidak suka kekerasaan ada baiknya tidak membaca manga ini, karena disini penuh dengan kekerasan saat protagonist mendalami dunia tinju.

Share this with short URL: Get Short URL
loading short url

Advertisement





Advertisement