Post Anime Depression: Merasa Depresi Setelah Anime Tamat

Advertisement

Saat anime yang ditonton telah berakhir (dalam artian, tamat) mungkin ada yang merasakan seperti kehilangan sesuatu, bahkan merasakan depresi, seperti merasa sedih, hidup terasa hampa, kosong, dan lain sebagainya.

Jika pernah merasakan hal seperti itu, gejala tersebut disebut juga Post Anime Depression Syndrome, lebih singkatnya PADS.

Post anime depression: merasa depresi setelah anime tamat - Subaru

Post Anime Depression Syndrome (PADS) adalah perasaan depresi yang dialami seseorang setelah anime yang ditonton berakhir (tamat).

Hal yang menyebabkan PADS diantaranya karena menjadi terlalu terikat dengan anime yang telah ditonton menjadi seolah-olah kehidupan di dunia nyata berhubungan dengan anime.

PADS juga dapat di istilahkan menjadi Post-Fictional Depression, istilah yang digunakan untuk menggambarkan suasana hati depresi yang timbul karena hal tak berwujud dari dunia fiksi.

Lebih tepatnya Post-Fictional Depression adalah kondisi mental yang didapat dari reaksi emosional yang kuat untuk sebuah Sastra, Sinematografi atau sepotong Narasi Fiksi.

Di satu sisi istilah PADS secara umum adalah Para-social Interaction (PSI) yang dicetuskan pertama kali oleh Donald Horton dan R. Richard Wohl.

Para-social Interaction (PSI) adalah hubungan satu arah (one-way relationship) dimana penonton (lebih spesifiknya pemirsa tv) dapat merasa memiliki hubungan erat dengan tokoh favorit (selebriti, karakter kartun/anime, dsb), tapi hubungan tersebut bersifat satu arah tanpa adanya dialog dari kedua arah yang menjadi tidak dapat berkembang, dan itu hanya dikontrol oleh penampil (tokoh favorit) saja.

Menurut Horton dan R. Richard Wohl (dalam Gumpert & Cathcart, 1982), bagi penonton pengalaman melalui perantara media ini adalah pengalaman nyata, sehingga dalam perilaku parasosial ini tampak adanya "ilusi keintiman" dimana penonton merasa dirinya sangat mengenal tokoh favoritnya, bahkan lebih daripada ia mengenal tetangga dan saudaranya.

Bentuk ilusi keintiman bersifat cukup mendalam, dipersepsikan sebagai hubungan dua arah dan memiliki tanda-tanda yang serupa (sama persis) dengan hubungan personal (pribadi) pada umumnya, seperti merasa sangat kehilangan saat idolanya tidak ada atau kegagalan yang dialami tokoh idolanya (Rubin, Perse & Powell, 1985).

Faktor-faktor PSI

Ada beberapa faktor yang diyakini dapat terbentuknya perilaku parasosial menurut Hoffner (2002), yaitu :

Faktor motivasi

Maksud dari motivasi di sini adalah motivasi untuk memperoleh tujuan, kebutuhan dan keinginan yang dalam konteks, kebutuhan akan kepuasan emosional dan sosial.

Faktor kesamaan

Ada faktornya kesamaan antara penonton dengan penampil (tokoh pemeran) di tv, baik dalam hal tingkah laku, reaksi emosional, penampilan fisik, maupun dalam hal kepribadian.

Faktor identifikasi

Identifikasi di sini, dipengaruhi oleh keinginan penonton untuk mengidentifikasikan penampil pada dirinya.

Faktor komunikasi

Faktor komunikasi antara penonton dengan penonton lainnya juga dapat mempengaruhi terbentuknya perilaku parasosial.

Faktor lamanya menonton

Semakin lama seseorang menonton, maka akan semakin intim juga hubungannya dengan penampil, perilaku parasosialnya pun akan semakin kuat.

Biasanya orang-orang yang cenderung PSI ini adalah


  • Kurang atau Jarang melakukan hubungan sosial
  • Perbedaan dalam hal berempati
  • Tingkat Pendidikan
  • Harga diri
  • Seseorang yang tidak dapat keluar rumah

Terima kasih kepada : Novenz Wahidah, Fidia Cynthia, Trida - gunadarma

Catatan: Di atas kalimat-kalimatnya telah di edit untuk orisinal bisa dilihat di jurnal ....

publication.gunadarma.ac.id/handle/123456789/1263

Contoh video dari littleloststars

Video


Dulu ketika baru mengenal anime saya pernah merasakan hal seperti ini saat saya menonton anime Tengen Toppa Gurren Lagann, untuk ulasannya bisa lihat di sini : Review Tengen Toppa Gurren Lagann: Selamat Tinggal Kekasihku.

Di lihat dari judul ulasan tersebut bisa ditebak bagaimana endingnya nanti, jadi ketika saya baru mengenal anime saya merasakan hal seperti ini, entah kenapa rasanya depresi seperti video di atas tapi itu hanya berlangsung hanya beberapa hari saja.

Tergantung dari masing-masing orang, saya sendiri hanya berlangsung sampai 3 hari.

Bagaimana agar meminimalisir hal seperti ini? menurut beberapa komentar quora berikut ini tips cara meminimalisir dan agar supaya tidak terjadi lagi.

  • Menonton anime lagi yang lain
  • Bacalah manga, light novel, atau bermain game (contohnya bermain game online seperti game dota)
  • Buatlah cerita fanfic atau cerita sendiri
  • Bersiap untuk ending, jangan bertanya-tanya mengenai "Apakah ada selanjutnya?", ubahlah pemikiran tersebut karena masih ada banyak anime yang bisa ditonton.
quora.com/How-do-you-deal-with-post-anime-depression-syndrome

Kalau dari pengalaman saya:

  • Bersosialisasi walaupun itu di dunia maya. Maksudnya di sini jika suka bermain game silahkan gabung ke grup game yang sedang dimainkan, diskusilah disana. Jika suka olahraga silahkan gabung ke grup olahraga, hindari sedikit mungkin bersosialisasi dengan grup anime yang baru saja ditonton sampai tamat, kecuali jika anime tersebut adalah hasil adaptasi dari manga/ligh novel, dll, yang masih belum ending
  • Ngeblog atau bisa juga bikin cerita sendiri apapun itu
  • Menonton anime yang lain, dan berpikirlah bahwa masih ada banyak anime yang belum ditonton
  • Jangan marathon, sesuaikan alur. Misalkan ingin menonton anime slice of life, usahakan nonton 1 hari 2 sekali agar tidak terlalu terkait dan menganggap karakter di anime sama seperti kehidupan pribadi di dunia nyata. Atau jika ingin menonton anime genre lainnya yang sudah tamat, pelan-pelan saja untuk menghabiskannya, jangan sampai di marathon
  • Sesekali tontonlah anime yang psychological, contohnya : Review Kuuchuu Buranko: Konsultasi Psikologis Bersama Dr Irabu
  • Paling ekstream adalah mintalah spoiler agar nanti di ending sudah tahu apa kejadian ceritanya

Untuk yang lainnya bisa dilihat dari beberapa komentar quora karena beberapa diantaranya pernah saya lakukan.

Biasanya hal seperti ini akan terjadi dan berakhir hanya dalam beberapa jam ataupun hari saja namun itu semua tergantung dari masing-masing orang.

Saya sendiri dulu merasakannya karena anime romance yang nikung atau karena cerita animenya berakhir dengan sedih, contoh anime nikung: Anime NTR.

Bagaimana dengan kamu apakah pernah merasakan hal seperti ini?

Referensi lainnya:

- urbandictionary.com/define.php?term=Post%20Anime%20Depression%20Syndrome
- en.wikipedia.org/wiki/Post-Fictional_Depression


Share this with short URL: Get Short URL
loading short url

Advertisement





Advertisement