Pengalaman Merasakan Sudut Pandang yang Digambarkan Akari Mizunashi

Sebelum memulai saya ingin memberi tahu serta ingin mengingatkan terlebih dahulu bahwa artikel ini bersifat religius, yang saya ingin sebarkan cerita saya kepada sesama muslim ketika saya mencari jalan Allah.

Jika kamu non-islam dan merasa terganggu dengan artikel ini sebaiknya berhenti untuk membaca artikel ini, namun jika ingin melanjutkan juga tidak ada masalah, tapi sekali lagi artikel ini tentang Islam dan keindahan Islam.

Jika penasaran dan ingin melanjutkan, silahkan dibaca dengan baik, karena di sini bersifat umum, bebas untuk dibaca baik non-islam maupun yang beragam Islam.

Ini adalah cerita saya dari apa yang saya dapatkan 'ketika merasakan' sudut pandang Akari Mizunashi dari anime Aria.

Jika belum menonton anime Aria alangkah baiknya untuk menonton anime ini agar tahu apa yang saya maksud nanti.

Mengapa saya membagikan hal ini?

Berhubung bulan ini bulan penuh berkah, bulan Ramadhan. Saya ingin membagikan tentang keindahan Islam yang sangat ... sangat luar biasa, yang dimana saya mendapatkan sudut pandang yang berbeda dan merasakan perbedaan yang luar biasa 'ketika merasakan' apa yang digambarkan oleh Akari Mizunashi dari anime Aria.

Sudut pandang yang Akari Mizunashi pancarkan dapat membuat saya menguatkan iman saya.

Kok bisa menguatkan iman?

Panjang sebenarnya kalau diceritain, ada banyak hal-hal yang lain saling berhubungan dengan anime ini ketika saya mencari jalan Allah dan Allah menunjukan jalan-Nya kepada saya.

Karena artikel ini hanya dikhususkan untuk anime, jadi di sini saya hanya akan menyampaikan gambaran dari anime ini, namun ada sedikit tambahan hal lain yang saling terhubung ketika Allah menunjukan jalan-Nya kepada saya.

Sebelumnya bisa dilihat terlebih dahulu pandangan saya mengenai anime ini di: review aria anime yang bikin rileks.

Di review tersebut sudah saya jabarkan mengenai Aria serta tentang Akari yang dimana selalu membuat penontonnya bahagia.

Seiring waktu, kurang lebih satu tahun setelah menononton anime Aria, ternyata review yang saya tulis di sana ada beberapa hal yang jauh lebih indah daripada yang digambarkan review tersebut.

Dari apa yang saya dapatkan, ternyata secara tidak langsung Akari Mizunashi dapat membuat orang-orang yang menonton-nya berpikiran mengenai: bergegas untuk mengeksplorasi dengan apa yang dicari (lebih ke arah ruh), Peka, Menunjukan siapakah Pencipta Seluruh Alam, dan Bersyukur.

Sebenarnya saya sulit mengungkapkan dengan kata-kata, tapi daripada hal ini hanya disimpan yang tidak ada manfaatnya, lebih baik saya bagikan kepada kamu.

Sebisa mungkin saya akan menggambarkan mengenai apa yang telah saya rasakan ketika merasakan apa yang telah Akari Mizunashi gambarkan.

Ok saya mulai,

Audzubillah himinasyaitonirrajim, Bismillahirohmanirohim



Akari Mizunashi, seperti yang diketahui karakter ini sangat luar biasa dimana dia mengeksplorasi hal-hal kecil yang biasanya diabaikan dan disepelekan orang-orang.

Akari juga mengeksplorasi tempat-tempat yang indah, dan mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tidak didapati oleh karakter lain.

Ketika selesai menonton anime mungkin kamu akan terpesona dengan hal-hal yang ada di anime Aria.

Beberapa diantaranya, hubungan Akari yang terjalin dengan teman-temannya, kata-kata bijak yang dapat menggerakan hati, kota neo venezia yang indah, karakter yang unyu, cara penyampaian anime ini yang mengeksplorasi tempat-tempat indah, iringan musik yang merdu, dsb.

Tapi jauh lebih itu ternyata saya ditunjukan hal yang sangat luar biasa dari anime ini, yang perlahan-lahan merubah sudut pandang saya menjadi lebih indah dan menjadi mendekatkan diri ke jalan Allah bahkan saya sampai membaca kembali Al-Qur'an yang selama ini saya tinggalkan.

Apa yang saya dapatkan dari anime ini, khususnya Akari Mizunashi?

Kebahagian Akari yang dapat dirasakan penonton


Bagaimana cara Akari bahagia dan bisa menyebarkan kehangatan dari sudut pandang dia yang membawa penonton merasakannya keindahan kota neo venezia?

Padahal sangat sulit untuk menggambarkan sudut pandang dari satu ke yang lain.

Jika kamu terbawa arus dengan cerita Aria, maka Akari sangat sukses membawa penontonnya masuk ke dalam sudut pandang yang dia rasakan.

Hal yang pertama saya ketahui bahwa Akari selalu membesarkan hal-hal kecil, dia selalu melihat sekelilingnya dan merasakan atmosfir yang ada disekelilingnya.

Bagaimana dia merasakannya? saya yang terbawa arus dengan cerita Aria, saya berpikir bahwa Akari sangat peka dengan keadaan sekitarnya.

Peka menurut kbbi daring


Jadi Akari ini mudah merasakan apa yang ada disekitarnya.

Peka? peka terhadap apa dan sama siapa?

Mungkin diantara kamu telah mengetahui dan sudah saya sebutkan berkali-kali sebelumnya, bahwa Akari ini mengeksplorasi tempat-tempat yang indah, dan telah membesarkan hal-hal kecil yang selalu diabaikan orang lain.

Ketika menonton Aria, awalnya saya menjadi terpesona dan terfokus pada keindahan kota neo venezia, lebih jauh lagi pada makhluk hidup dan dunia yang indah ditempati Akari.

Ketika hal tersebut terjadi, saya terbawa arus ke sudut pandang Akari dimana sangat bertolak belakang dengan apa yang selalu saya pandang dengan dunia yang saya tempati.

Akari selalu memperkenalkan dan mengubah sudut pandang saya yang awalnya selalu berpikiran yang "akh ...", "ikh ...", "kok gini amat ya?", "kehidupan ini cuma gitu-gitu aja", dan pikiran negatif lainnya menjadi 'ingin' meninggalkan pikiran tersebut.

Setelah selesai menonton Aria, sudut pandang saya menjadi terasa berbeda ketika melihat dunia yang saya tempati.

Saya mencoba untuk peka terhadap sekitar seperti yang Akari rasakan, melihat hal-hal yang sebelumnya saya selalu berpikiran "akh ..." menjadi seperti apa yang Akari rasakan.

Seperti contohnya ketika Akari jalan-jalan, dia sangat peka dengan jalan yang selalu dia jalani, padahal orang lain melihatnya biasa aja, namun bagi Akari jalan yang selalu Akari lewati sangat indah yang membuatnya rileks dan bahagia ketika beraktifitas.

Saya mencoba 'mempelajari' sudut pandang tersebut dan mencoba peka dengan sekeliling saya, dan hasilnya ....

Sama seperti biasanya, tidak ada yang berubah yang dapat mengubah hidup saya.

Saya tahu akan hal ini karena seperti yang diketahui bahwa kita tidak bisa menjadi seperti orang lain, yang bisa kita lakukan hanyalah menerima lalu mempelajari pandangan yang orang lain gambarkan dan rasakan.

Ketika saya mempelajari hal ini, ada satu hal yang saya dapatkan, yakni dunia yang saya tempati ini sangat kaya dan indah.

Banyak pemandangan indah, sumber daya alam yang melimpah, teknologi modern yang sangat membantu, kehidupan makhluk hidup yang memiliki hubungan lingkaran dan berantai, dsb.

Sebelumnya hal-hal kecil ini telah saya abaikan, saya hanya melakukan kegiatan yang terus berulang-ulang dan kadang walaupun kegiatan tersebut berbeda namun tetap saja berulang-ulang, jadi kehidupan ini seperti biasa saja bagi saya.

Misalkan, kehidupan berulang yang sering digambarkan di medsos, pagi sekolah/kerja setelah pulang dilanjutkan main game setelah itu makan, minum dan terakhir tidur, bagun pagi lagi dan mengulangi lagi kegiatan tersebut.

Walaupun kegiatan tiap hari berbeda-beda, ada senang yang bikin moodboster dan ada duka, namun tetap saja ada pengulangan dalam hidup, yang berpikiran "akh...", "ikh ...", "kok gini amat ya", dsb.



Akan tetapi ketika saya mempelajari hal ini ada sudut pandang 'baru' yang berbeda, saya melihat hal-hal kecil yang dulu selalu saya abaikan.

Seperti, saya melihat ada pepohonan yang membuat pernapasan kita terasa sejuk dan bugar, ada air yang membawa tubuh kita menjadi segar, matahari yang menerangi kita untuk berjalan-jalan mengelilingi kota, langit yang jika menengok ke atas kita menjadi tahu bahwa dunia ini sangat luas dan tak terbatas, bulan dan bintang yang menerangi malam dan menghiasi langit malam, gedung mewah dimana manusia bergotong royong untuk membuatnya, laptop/komputer dimana manusia memiliki akal yang cerdas untuk membuatnya, dsb.

Bagi orang lain, termasuk saya sendiri hal itu biasa saja, namun ketika saya mempelajari hal ini, sudut pandang saya menjadi agak berbeda dan menanamkan pikiran bahwa dunia ini sangat kaya dan indah sekali.

Terima kasih Akari telah menunjukan sudut pandang tersebut ....

Namun tetap saja saya merasakan hal seperti sebelumnya, biasa saja. Saya masih mengeluh, masih berpikiran "akh", "kok gini amat yah", dsb.

Walaupun saya mendapatkan sudut pandang yang agak berubah, saya tidak merasakannya apa yang dilihat oleh Akari, apa yang kurang dari saya?

Seperti yang kita ketahui, banyak orang yang menyatakan (termasuk saya) bahwa dunia kenyataan itu sangat kejam.

Benarkah begitu, dunia ini kejam? setelah mempelajari sudut pandang Akari ternyata tidak, jika kita peka dengan sekitar dan peka dengan apa yang kita lakukan.

Namun masih saja sulit dan ada yang kurang dengan apa yang ingin disampaikan Akari ketika dia menggambarkan sudut pandang dia.

Apa yang kurang? 


ternyata masih dalam hal 'kepekaan'.

Peka terhadap apa? sama siapa?

Mencari-cari dan bertanya-tanya mengenai hal tersebut akhirnya kurang lebih 1-2 bulan kemudian, saya kesasar dan menemukan sebuah video kajian ustad Nouman Ali Khan dimana video tersebut menjelaskan "berpikirlah dengan hati dan pikiran".

Berikut ini video-nya (video yang lama sudah dihapus ... tapi yang baru ini video-nya tetap sama).



Ketika menonton kajian tersebut, saya langsung agak kaget, kok seperti Akari? lah ini bukannya sama seperti sudut pandang yang Akari gambarkan?

Lalu saya mempelajari apa yang kurang dari saya, kalau Akari saja bisa dan bahkan Ustad Nouman Ali Khan pun juga bisa melihat dan merasakannya, kenapa saya tidak bisa?

Saya menonton berkali-kali waktu itu video tersebut, walaupun saya sudah paham dan sudah tahu sudut pandang tersebut namun masih saja ada yang kurang.

Apa yang kurang? mengapa kok bisa kurang padahal sudah dijelaskan berpikirlah dengan hati?

Ternyata yang kurang dari saya adalah hati saya, dan kurangnya mengenal diri saya sendiri.



Saya mencari-cari dan mempelajari untuk mengenal diri saya sendiri, hingga suatu saat saya menemukan MBTI.

MBTI ini cukup dapat mengenali diri saya sendiri, walaupun saya hanya tahu sedikit tapi itu udah cukup untuk mengenali diri saya sendiri.

Setelah saya mengenali diri saya sendiri, saya mencoba merasakan apa yang Akari gambarkan, namun ternyata masih saja tetap tidak dapat merasakannya.

Saya bertanya-tanya lagi apa yang kurang, saya mencarinya namun tidak menemukannya. Akhirnya saya tidak mempedulikan dan beraktifitas kembali seperti biasanya

Lalu suatu hari saya menyadari sesuatu ...

Sebelum saya tidak mempedulikan dan beraktifitas kembali seperti biasanya, saya melihat komentar-komentar dan status beranda saya di facebook yang dimana saling berkaitan.

Jadi 'beberapa kali' (tidak sering) beranda facebook saya lewat status yang heboh tentang Islam.

Komentarnya ada yang mencemohkan, ada yang menyisipkan ayat-ayat Al-Qur'an, dan ada juga yang menyarankan membaca Al-Qur'an.

Lalu akhirnya saya menyadari hal ini, agak lama saya menyadarinya, kira-kira setelah beberapa minggu atau 1 bulan setelah saya tidak mempedulikan apa yang saya pertanyakan.

Kenapa bisa begini?

ketika hal tersebut terjadi saya lebih tertarik pada orang-orang yang menyarakan untuk membaca Al-Qur'an, karena saya teringat pada video kajian Ustad Nouman Ali Khan di sana mengkaji surat Al- A'raf ayat 179.

Saya mencoba kembali menonton video tersebut dan mencari terjemahan lengkap Indonesia surat Al 'Araf ayat 179.

Al-A'raf 179



Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang lengah.

Ketika saya membaca ayat tersebut, hati saya bergetar. Kenapa selama ini saya tidak mempergunakan, mengabaikan dan tidak merenungkannya?

Setelah melihat ayat tersebut, saya mencoba melihat-lihat lagi sekeliling saya seperti yang Akari lakukan namun tetap saja tidak merasakannya.

Apa yang kurang sebenarnya?

Saya mengingat-ngingat kelakukan Akari yang dapat membuat Akari bahagia serta memancarkan kebahagian tersebut ke penonton.

Satu hal yang selalu saya ingat bahwa Akari selalu bahagia karena dia mengeksplorasi hal-hal yang kecil lalu memperbesarkannya.

Di sisi lain saya juga menyadari bahwa Ustad Nouman Ali Khan mengkaji salah satu ayat dari Al-A'raf dimana hal tersebut merupakan bagian dari Al-Qur'an.


Eksplorasi, dan Al-Qur'an. Dari sini saya terhubung dengan perlahan-lahan. Eksplorasi, Akari mengeksplorasi dunia-nya (khususnya kota neo venezia) 'yang sangat indah', di sisi lain Ustad Nouman Ali Khan membicarakan tentang salah satu ayat Al-Qur'an 'yang sangat indah'.

Lalu di saat bersamaan, waktu itu saya berpikiran "saya menonton anime saja menyimak, dan ada saja beberapa anime yang dapat menginspirasi saya".

Lalu hal ini saling berkaitan ....

Akari bisa mengeksplorasi keindahan kotanya, anime ternyata dapat menginspirasi saya, Ustad Nouman Ali Khan mengkaji salah satu ayat Al-Qur'an.

Kenapa saya tidak mengeksplorasi Al-Qur'an untuk mendapatkan inspirasi?

Menonton anime dan membaca manga saja bisa, kenapa saya malas-malasan membaca Al-Qur'an dan membelakangi kitab suci tersebut?

Saya sudah lama mengabaikan Al-Qur'an dan dulu hanya tahu mengaji (membaca) Al-Qur'an dari bahasa arab saja tanpa tahu isi konteks ayat per ayat nya apa.

Akhirnya saya putuskan untuk mengeksplorasi Al-Qur'an, dan ini juga saya entar-entaran baca nya karena saya terpengaruh godaan syaitan, dimana saya lebih mementingkan kegiatan saya daripada membaca Al-Qur'an untuk menemukan jawaban saya.

Hingga akhirnya (entah berapa lama kemudian, saya lupa), saya membaca Al-Qur'an, sebelum membaca Al-Qur'an saya mengingat perkataan guru ngaji serta guru agama saya.



Kurang lebih saya diingatkan bahwa jika ingin membaca Al-Qur'an, jangan hanya membaca saja tapi ketahuilah terjemahannya, lalu jangan hanya membaca saja tapi dalami atau renungkan, jangan lupa niat apa yang ingin dicari.

Bahkan ketika saya mencari-cari atas jawaban saya, saya mendengar beberapa kali di video Dr Zakir Naik bahwa bacalah Al-Qur'an jika ingin mengetahui Islam (berserah diri kepada Allah).

Jadi sebelum baca Al-Qur'an saya sudah dibekali pikiran: Peka, Niat, Renungkan, jangan hanya sekadar membaca saja, saya lebih memilih terjemahannya terlebih dahulu untuk menemukan jawaban saya, dan terakhir tentang Akari yang mengeksplorasi disekelilingnya.

Akhirnya saya membaca Al-Qur'an, saya mencoba merenungkan dan mempelajari sudut pandang Akari serta Ustad Nouman Ali Khan bilang di dalam video di atas.

Lalu ....

akhirnya saya menemukannya, dan di situ hati saya bergetar-getar, tubuh saya merinding, lalu terkadang juga meneteskan air mata di beberapa ayat.

Apa yang kurang dari saya?

ternyata hati saya selama ini seperti batu, yang dimana tidak peka dengan keadaan sekitar dimana Allah tiap kali membimbing saya namun saya tidak peka dengan keadaan tersebut, dimana disekeliling saya juga banyak kebesaran Allah SWT.

Ya, hati saya batu, karena saya tidak peka dengan kebesaran Allah SWT, saya tidak peka dengan Allah SWT, padahal Dia-lah Maha pengasih dan Maha Penyayang.

Dan ternyata iman saya lemah, iya lemah karena saking mewahnya dunia ini dan saking hebatnya godaan syaitan.

Ketika saya mengeksplorasi Al-Qur'an dan mengingat-ngingat kelakuan saya, hati saya bergetar dan sedih ketika melihat

Surat yunus 24



Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir.

Setelah saya merenungkan ayat tersebut, saya pun kembali dipukul oleh

Surat Al-kahf 45



Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dan hati saya terus bergetar ....

Surat Al-hadid 20



Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

Untuk ayat di atas, bisa disimak videonya di bawah ini:


Ternyata kemewahan dunia ini ....

Surat Al-kahf 7



Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

Dan akhirnya saya menemukan mengapa saya tidak merasakannya seperti apa yang Akari gambarkan dan Ustad Nouman Ali Khan bilang.

Surat Al-isra' 37



Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.

Saya mengalami hal ini, sombong, dimana saya tidak peka terhadap kebesaran Allah SWT.

Hal ini juga disebutkan di

Surat Al-isra' 83



Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.

Hingga akhirnya hati saya menjadi batu, iman menjadi lemah dan itu disebutkan di Surat Al-baqarah yang memukul hati saya.

Surat Al-Baqarah 74



Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.  

Untuk mengenai Al-Baqarah ayat 74 ada kajian dari Ustad Nouman Ali khan bisa disimak videonya



Mengapa hati saya menjadi seperti batu? hal ini saya dapatkan di

Surat Al-Baqarah 118



Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, “Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya tidak peka dengan bimbingan Allah SWT bahkan kebesaran-Nya yang ternyata selama ini dekat dengan saya, hal-hal itu saya sepelekan selama ini.

Mengenai masalah ini, waktu itu saya menonton video dimana seseorang yang masuk Islam, ketika sudah mengenal dan ingin mengetahui kebesaran Allah SWT, apa yang beliau dapatkan?

Ceritanya agak lucu, tapi memiliki makna dan saling terhubung dengan jawaban saya. Berikut ini videonya.



Akhirnya saya mengetahui, ternyata saya-nya sendiri yang salah, karena hal tersebut membuat saya tidak merasakan apa yang Akari gambarkan.

Ketika saya sudah menyadari dan mencoba peka. Saya menyadari sesuatu bahwa beberapa kali Akari diberi bimbingan oleh Cat Sith, dimana Akari selalu mengikuti jejak-jejak Cat Sith.

Akhirnya saya mengerti setelah mempelajari mengapa saya tidak bisa merasakannya padahal sudah tahu sudut pandang Akari.

Setelah saya membaca Al-Qur'an, saya ingin merasakannya lagi seperti yang Akari rasakan dan Ustad Nouman Ali Khan bilang.

Akhirnya saya mencoba kembali untuk peka terhadap sekitar namun sebelum itu, saya telah diingatkan di dalam ...

Surat Al-Baqarah 186



Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.

Surat Al-A'raf 205



Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.

Akhirnya saya ingin merasakan sudut pandang Akari, saya mencoba untuk peka dengan sekeliling saya.

Hasilnya ...?

Entah kenapa awal pertama kali merasakannya saya menteskan air mata, senang, gembira, rileks, dan bikin pikiran sejuk.

Tapi selanjutnya saya kagum, dan sangat takut sekali kepada Allah SWT.

Ketika membaca Al-Qur'an kembali ternyata ada penjelasan beberapa kali yang telah disebutkan di dalam kitab suci Al-Qur'an.

Ketika saya melihat ke langit khususnya dengan awan bergerak, ternyata ....

Surat Ar-Rum 48



Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.

Surat Al-A'raf 57



Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

Surat An-nahl 65



Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).

Saya mengingat kembali ketika melihat ke langit, ada burung-burung terbang melewati pandangan saya, ternyata di dalam Al-Qur'an disebutkan ...

Surat An-nahl 79



Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman

Saya mengingat ketika Akari menemukan pohon sakura yang indah, dia juga pernah mendapatkan tempat yang sejuk. Ketika saya mencoba merasakan berada di samping tumbuhan dan pepohonan disekitar saya, saya juga merasa senang.

Namun ketika saya membaca Al-Qur'an, ternyata ada sebuah tanda dan mengingatkan saya.

Surat Al-A'raf 58



Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Saat merenungkan ayat tersebut hati saya bergetar kembali.

Ketika hujan deras, angin kencang, terkadang petir menyambar di situ saya merasakan ketakutan, ternyata telah ada di ...

Surat Ar-Rum 24



Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.

Setelah saya peka dan membaca kitab suci Al-Qur'an saya menjadi takut sekali kepada Allah SWT, dan berharap semoga saya bisa setia berada di jalan Allah SWT.

Karena ini berkaitan, beberapa waktu lalu saya juga menemukan ...

Surat Az-Zumar 21



Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.

Ketika melewati rumah-rumah serta gedung-gedung yang mewah yang dialamnya ada toko pakaian, toko hp, dsb. ....

Surat An-Nahl 80



Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu).

Surat An-Nahl 81



Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri

Ketika melihat-lihat orang-orang yang berada disekitar, seperti Akari lakukan di salah satu episode yang menunggu temannya.

Untuk mengisi waktu luang dia melihat sekeliling dimana orang-orang disekitarnya berjalan melewati dia.

Surat Ar-Rum 22



Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui

Ketika mengingat Akari di salah satu episode, dimana saat itu malam, kalau tidak salah dia membawa penumpang perempuan tanpa kepala.

Ketika saya membaca Al-Qur'an, dan mendapatkan ayat-ayat ini, hati saya merinding dan takut.

Surat Al-An'am 97



Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

Surat Ar-Rum 23



Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. 

Surat Al-Isra' 12



Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang-benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

Surat Al-Qasas 73



Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

Surat ali 'imran 190



Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang berakal

Surat ali 'imran 191



(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka

Surat Ya Sin 37



Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan

Surat An-Nur 44



Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam)

Ketika melihat api, ternyata Allah menyebutkan dan mengingatkan ....

Surat Al-Waqi'ah 72


Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?

Surat Al-Waqi'ah 73



Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?

Dulu ketika kecil saya pernah memainkan bayangan seperti Alice, tapi saya tidak terlalu serius seperti yang Alice lakukan hingga dia melakukannya hampir malam.

Lalu saya mendapatkan ayat ini ....

Surat An-nahl 48


Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati.

Saat memikirkan, dan merenungkan hal tersebut, hati saya bergetar dan tubuh saya merinding.

Setelah merasakan hal-hal yang seperti Akari gambarkan, entah kenapa saya lebih jauh lagi ingin merasakan tentang kehidupan ini. Dan sebagian ayat-ayat di Al-Qur'an yang saya baca telah menjelaskan.

Surat Luqman 20



Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

Surat Ar-Rum 8



Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

Surat Al-An'am 99



Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berubah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Ketika merenungkan ayat di atas hati saya bergetar terus, lalu saya mendapatkan lagi ini ....

Surat Al-A'araf 54



Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.

Surat Yunus 5



Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. 

Surat Ar-Ra'd 3



Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.

Surat Ar-Ra'd 4



Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.

Surat An-nahl 11



Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

Surat An-nahl 12



Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti

Surat An-nahl 13



dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.

Surat An-nahl 68


Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,

Surat An-nahl 69



kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

Surat An-nahl 66



Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.

Surat Ar-Rum 54



Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.

Surat Al-An'am 60



Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan

Setelah melihat beberapa di atas, Ayat-ayat yang paling kena adalah ayat-ayat ini. Menurut saya di sini Allah SWT sangat tegas sekali sampai-sampai saya tidak peka dan berbelok dari jalan Allah SWT, lalu saya merasa takut, dan merasa ingin dekat dengan Allah SWT.

Surat Ya sin 77



Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!

Surat An-nahl 4


Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.

Surat Al-Ma'arij 19


Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.

Al-Ma'arij 20


Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesa,

Al-Ma'arij 21


dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,

Al-Ma'arij 22


kecuali orang-orang yang melaksanakan sholat,

Al-Ma'arij 23


mereka yang tetap setia melaksanakan sholatnya,

Al-Ma'arij 24


dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu,

Ternyata setelah mengeksplorasi Al-Qur'an banyak hal-hal yang dapat membuat merinding. Hati saya bergetar, terkadang meneteskan air mata, terkadang senang, terkadang gembira, dan ada juga yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Sangat luar biasa sekali, Indah dan sejuk. Bikin hati tentram juga, apalagi jika mengingat Allah SWT.

Akhirnya saya bisa merasakannya .....

Ternyata apa yang digambarkan Akari menurut saya sepert ini, bahwa Allah SWT dekat dengan kita, bahwa kebesaran Allah SWT sangat dekat sekali dengan kita namun kebanyakan orang mengabaikannya.

Di sisi lain, menjalajahi dan mengeksplorasi Al-Qur'an juga merupakan hal yang bagus untuk membuat hati menjadi tentram, sama speerti Akari lakukan menjelajahi dan mengeksplorasi keindahan kota Neo Venezia

Al-Qur'an juga adalah salah satu kebesaran Allah SWT yang sangat peduli dengan manusia, sungguh besar kekuatan-Mu ya Allah.

Jika sudah merasakan hal tersebut, ternyata bisa merasakan bersyukur. Kalau saya sendiri masih tahap belajar untuk bersyukur.

Saya mengingat Akari Mizunashi pun juga terlihat bersyukur, dia bisa hidup dengan sangat-sangat bahagia; bertemu dengan senpai-nya, bertemu dengan teman-temannya, bekerja dengan kecintaannya, dsb.

Inilah bagaimana Allah SWT menunjukan saya kebesaran-Nya, ini adalah salah satu jalan yang Allah SWT tunjukan kepada saya. Saya sangat bersyukur atas hal ini.

Ketika menerapkan hal ini saya juga bahagia seperti Akari, meskipun emosi tidak stabil namun ketika mengingat nama Allah SWT dan kebesaran-Nya maka emosi akan menurun, dan saya takut sekali kepada Allah SWT.

Sungguh indah Al-Qur'an itu, lebih indah dari dunia yang Akari gambarkan. Namun saya tetap berterima kasih kepada Akari Mizunashi terutama kepada staff yang membuat anime ini, dan tentunya kepada pengarang cerita Aria, yakni Amano-sensei.

Inilah apa yang saya rasakan ketika merasakan sudut pandang yang digambarkan Akari Mizunashi.

Bagaimana menurutmu?

Catatan:


Cerita ini benar adanya, tanpa dibuat-buat sedikitpun

Cerita ini sebenarnya ada yang saya potong-potong mengingat artikel ini hanya berfokus pada Akari Mizunashi seperti yang ditulis di judul Artikel, maka saya menceritakan apa yang saya dapatkan dari sudut pandang yang Akari Mizunashi gambarkan, jika diceritakan lebih lanjut maka akan sangat panjang sekali ....

Terima kasih kepada seseorang yang mengenalkan saya kembali MBTI (walaupun orangnya misterius). Sebenarnya cerita mengenal diri tentang MBTI sangat panjang juga, tapi saya potong sesingkat mungkin. Bagi yang belum mengenal MBTI silahkan di cek google ataupun tanya-tanya sama teman yang mengetahui, MBTI ini bisa mengenal diri kamu sendiri

Perlu diingatkan kembali bahwa ini adalah pengalaman apa yang saya dapatkan dan rasakan, jadi bukan dari pengarang cerita Aria, staf-staf dari anime Aria ataupun orang-orang lain gambarkan

Terjemahan Indonesia yang saya copy ke sini adalah terjemahan yang saya salin dari website resmi kementrian Agama, bisa kunjungi ke sini: devquran.majorbee.com

Ayat-ayat yang saya sebarkan di atas benar adanya saya baca, saya bookmark dan ditulis di buku tulis, ini adalah salah satu contoh catatan saya sebagai pengingat saya (saya takut belok lagi)

Pesan yang ingin saya sampaikan di sini adalah cobalah baca Al-Qur'an dan renungkanlah. Sungguh Al-Qur'an itu benar-benar indah dan bikin hati tentram

Pesan lain yang ingin disampaikan adalah Ingatlah Allah SWT, ingatlah kebesaran-Nya dimanapun dan kapanpun

Jika ditanya apakah sifat saya berubah setelah mendapatkan ini, saya menjawab saya masih dalam tahap belajar untuk menjadi Islam yang seluruh (seluruhnya beserah diri kepada Allah SWT dan rasul-rasul-Nya terutama Nabi Muhammad SAW), jadi jangan terlalu menggambarkan seakan-akan saya benar-benar sudah berada dalam keseluruhan.

Karena Allah berfirman,

Surat Al-Baqarah 208



Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

Shalat di mesjid berjamaah saja saya masih bolong-bolong tapi alhamdullilah untuk shalat 5 waktu sekarang sudah saya tidak tinggalkan, dan alhamdullilah saya sudah membaca Al-Qur'an kembali

Lebih baik bacalah Al-Qur'an jika ingin mengetahui sepenuhnya, karena di sini saya hanya menyebarkan beberapa ayat ketika saya mencari jalan Allah SWT

Mohon maaf jika ada salah pengertian, dan penulisan, karena hal ini sangat sensitif sekali. Silahkan berkomentar jika ada yang salah, jangan ragu untuk berkomentar

Saran:

Bagi yang sudah membaca ayat-ayat di atas, dan jika saat membaca Ayat-ayat Al-Qur'an namun dihati ada rasa was-was dengan firman-firman Allah misalkan di dalam hati ketika membaca Al-Qur'an "akh masa?", "siapa yang menciptakan dunia ini?", dan ujung-ujungnya "siapa yang menciptakan Allah?", dsb.

Saran saya cobalah untuk mebaca beberapa artikel ini

almanhaj.or.id/2370-was-was-setan-dalam-jiwa-manusia-tentang-dzat-allah.html
almanhaj.or.id/2717-melawan-was-was-setan.html
islamqa.info/id/12315

Saya pernah merasakan hal tersebut, hati saya menjadi panas, dada merasa sempit dan rasanya pengen mengusir pikiran-pikiran tersebut, apalagi kalau dalam keadaan emosi tidak stabil, bisa berbahaya.

Maka dengan mengingat nama Allah SWT, istighfar, sholat, dan bertasbih kepada-Nya, alhamdullilah saya bisa melawan pikiran tersebut.

Jika kamu sudah merasakan apa yang digambarkan sudut pandang Akari Mizunashi, jika ingin berzikir dan istighfar  kepada Allah SWT, cobalah rasakan.

Agar lebih tahu apa yang saya maksud berikut ini video kasian Ustad Nouman Ali Khan tentang istghfar.



Semoga cerita ini menjadi renungan kita semua.


Share this with short URL: Get Short URL animepjmloading short url